Sejarah Gerakan Kepalangmerahan
Palang Merah terbentuk dari situasi sulit di dunia seperti peperangan dan bencana alam. Awal mula terbentuknya Palang Merah yaitu pada abad ke-19, atas prakarsa seorang pebisnis berkebangsaan Swiss yang bernama Jean Henry Dunant. Bemula dari perjalanan bisnis yang Ia lakukan, namun pada kenyataannya di hadapkan pada perang yang mengerikan yang terjadi di sebuah Kota kecil di Italia Utara bernama Solferino pada tahun 1859.
Pengalaman selama perang di Solferino membuat hati Henry Dunant tersentuh dan menuangkannya dalam sebuah buku yang berjudul “Un Souvenir de Solferino” (Kenangan Solferino) pada tahun 1862. Dalam buku ini menguraikan tentang kondisi yang ditimbulkan suatu peperangan dan mengusulkan agar segera dibentuk satuan tenaga sukarela yang bernaung di bawah suatu lembaga yang memberikan pertolongan kepada orang-orang yang terluka di medan perang.
Beberapa bulan setelah pertemuan dengan Perhimpunan Kesejahteraan Umum dan pembentukan ICRC, Komite Lima bekerja sama dalam suatu aktivitas. Aktivitas itu berhasil mengantarkan mereka pada sebuah konferensi Internasional di Jenewa pada bulan Oktober 1863. Pertemuan itu dihadiri oleh 16 negara. Selama konferensi berlangsung, lambang palang merah diatas dasar putih yang merupakan kebalikan dari bendera Swiss, diadopsi sebagai lambang untuk mengidentifikasi satuan kesehatan tentara dan selanjutnya melindungi sukarelawan yang memberikan pertolongan bagi prajurit yang terluka.
KIPM telah banyak memiliki anggota sukarelawan. Dalam perkembangannya, tahun 1876 ketika Turki terlibat perang dengan Rusia, mereka mengusulkan pemakaian tanda Bulan Sabit Merah dengan fungsi yang sama dan kemudian lambang tersebut diakui juga sebagai lambang Gerakan Palang Merah.
(50 Tahun Palang Merah Indonesia, 1995 : 1)
Sejarah PMI
Palang Merah Indonesia (PMI) didirikan pada tanggal 17 September 1945 dengan Ketuanya Drs. Mohammad Hatta. Dasar hukum pendirian PMI adalah Keputusan Presiden RIS Nomor 25 tanggal 16 Januari 1950 tentang penunjukkan Perhimpunan PMI sebagai satu-satunya organisasi untuk menjalankan pekerjaan Palang Merah di Republik Indonesia Serikat menurut Konvensi Jenewa (1864, 1906, 1929, 1949) dan Keputusan Presiden Nomor 246 tanggal 29 November 1963 tentang pengesahan Pemerintah Republik Indonesia mengenai tugas pokok dan kegiatan- kegiatan PMI yang berasaskan perikemanusiaan dan atas dasar sukarela.
Perhimpunan PMI adalah komponen Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit merah yang netral dan mandiri yang menjalankan mandat tugasnya untuk meringankan penderitaan sesama manusia dengan tidak membeda-bedakan agama, bangsa, suku bangsa, bahasa, golongan dan pandangan politik sejalan dengan Prinsip dasar Gerakan. Pasca pembentukan, PMI mulai merintis kegiatannya dengan memberi bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Indonesia dan pengembalian tawanan perang Sekutu maupun Jepang.
Secara internasional pada 15 Juni 1950, keberadaan PMI diakui oleh Komite Internasional Palang Merah (International committee of the Red Cross) atau disingkat ICRC. Setelah itu, PMI diterima menjadi anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah pada 16 Oktober 1950.
Sejarah KSR UNSOED
Unit kegiatan mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Jenderal Soedirman atau yang sering disebut dengan KSR PMI Unit Unsoed merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang kepalangmerahan dan kemanusiaan. KSR PMI Unit Unsoed merupakan oraganisasi di bawah naungan birokrasi Universitas Jenderal Soedirman dan Palang Merah Indonesia.
Sejarah berdirinya UKM KSR ini dimulai pada bulan Juli tahun 1998 , dan pada saat itu masih dalam satu naungan dengan pramuka. Pada bulan September diadakan rekruitmen anggota KSR Kabupaten Banyumas. Pada bulan Januari sampai Juni tahun 1999, Multi Fidianto sebagai anggota Racana dan Hendra Purnomo Purnama sebagai anggota Resimen Mahasiswa (pengurus KSR PMI Banyumas) merencanakan pembentukan KSR, namun rencana tersebut sempat dihentikan. Pada tahun 2000 bulan Januari diadakan kembali rekruitmen anggota KSR PMI Banyumas yang sebagian besar berasal dari mahasiswa Unsoed. Pada tahun itu juga diadahan pelatihan pelatih P3K di Ngawen Salatiga dengan pelatihnya berasal dari KSR Undip dan Maladika. Dengan adanya hegiatan tersebut sekaligus untuk honsultasi terkait pembentuhan KSR Unsoed.
Pada bulan Mei dilaksanakan rapat anggota KSR PMI Banyumas dengan mahasiswa Unsoed dengan topik pembahasan visi dan misi KSR Unsoed, dengan hasil kesepakatan pembentukan pengurus KSR dan dengan tim perumus Pak Mukti, Pak Cahyo, Palt Rony, Bu Nina, dan Pak Jaha. Bulan Juni sampai Agustus persiapan internal pembentukan AD/ART KSR PMI Unit Unsoed (adopsi KSR Undip) dan juga persiapan eksternal seperti konsultasi dengan kepala Biro Kemahasiswaan Bapak Suparno, pembina teknis yaitu dr. Wahyu Siswandari serta meminta perizinan ke ketua PMI Banyumas (surat rekomendasi). Walaupun surat sempat terkendala namun akhirnya sampai ke ketua markas. Akhirnya setelah melalui perjalanan yang cultup Panjang, pada tanggal 31 Agustus 2000 Surat Keputusan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Nomor Keputusan : 216/123/KM/2000 Tentang Penetapan UKM KORPS SUKA RELA PALANG MERAH INDONESIA (KSR – PMI) UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN.