Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan relawan dalam menghadapi kondisi darurat, KSR PMI Unit Universitas Jenderal Soedirman megadakan kegiatan Pelatihan Vertical Rescue. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas anggota, khususnya dalam menghadapi tantangan evakuasi di medan dengan risiko ketinggian seperti tebing, jurang, maupun bangunan bertingkat. Selain melatih keterampilan teknis, pelatihan ini juga bertujuan membentuk karakter peserta agar tangguh, responsif, dan mampu bekerja sama secara efektif dalam misi penyelamatan kemanusiaan.

Pelatihan ini berlangsung selama 7 hari, mulai dari tanggal 28 April hingga 4 Mei 2025 yang dilaksanakan di dua lokasi utama, yaitu di Gedung PKM Unsoed dan Wall Climbing Mapala Satria UMP. Peserta terdiri dari 25 Anggota Muda KSR PMI Unit Unsoed dan beberapa perwakilan dari KSR PMI Unit lain yang ikut serta dalam rangka memperluas jejaring dan kerja sama antar sesama relawan.
1. Pemberian Materi
Kegiatan diawali dengan pembukaan serta penyampaian materi dasar dari vertical rescue seperti pengertian, sejarah, prinsip dasar, jenis-jenis, struktur tim, dan pengenalan alat. Peserta juga diberi materi simpul simpul dasar yang akan digunakan pada vertical rescue. Materi mencakup pengenalan alat seperti harness, carabiner, helm, webbing, ascender, descender, dan lainnya, lengkap dengan fungsi serta prosedur keselamatannya. Peserta juga diberikan pemahaman dasar tentang prinsip kerja di medan vertikal serta pentingnya komunikasi dan keselamatan tim.
2. Praktik Teknik Dasar
Pada tahapan ini, peserta mulai mempraktikkan teknik-teknik dasar vertical rescue seperti penggunaan ascender dan descender, teknik ascending dan descending, single rope technique, moving rope, man to man rescue, dan mengenal sistem AZM. Praktik dilakukan secara bertahap dengan pengawasan dan arahan dari instruktur berpengalaman.


3. Praktik Lapangan dan Simulasi
Tahap puncak pelatihan berupa simulasi penyelamatan korban di medan vertikal buatan. Dengan menerapkan teknik hauling dan lowering, serta melakukan suspension. Peserta dilatih untuk bekerja dalam tim maupun individu, mengevakuasi korban dari ketinggian, serta menjaga keselamatan diri dan korban dalam kondisi darurat.




Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk relawan yang terampil dalam penggunaan alat dan teknik vertical rescue, sigap dalam merespons situasi darurat di medan ketinggian, memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap keselamatan orang lain, dan mampu bekerja dalam tekanan dan menjunjung tinggi nilai kerja sama dan kedisiplinan.
Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan para peserta menjadi relawan yang siap diterjunkan dalam berbagai situasi darurat, khususnya yang membutuhkan keterampilan penyelamatan di medan vertikal. Pelatihan ini tidak hanya memperkuat fisik dan teknik peserta, tetapi juga membangun kesiapan mental dan jiwa kemanusiaan yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan nyata di lapangan.
0 Komentar