Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi kondisi darurat di alam terbuka, khususnya di medan pegunungan, KSR PMI Unit Unsoed menyelenggarakan kegiatan Pelatihan SAR Gunung sebagai bagian dari penguatan kapasitas SDM. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR), namun juga membentuk karakter peserta agar lebih tangguh, cepat tanggap, dan memiliki semangat kerja sama yang tinggi dalam menjalankan misi kemanusiaan. Pelatihan ini berlangsung dalam dua tahapan utama, yakni pembekalan materi di kelas dan praktik lapangan yang disimulasikan secara langsung. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 21, 23, dan 25 Mei 2025 untuk pematerian dan juga pada tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 2025 untuk praktik.

1. Pembekalan Teori

Sesi ini dilakukan secara indoor dan bersifat interaktif. Setiap harinya peserta mengikuti penyampaian materi yang berbeda-beda, dipandu oleh para pemateri berpengalaman di bidang SAR dan kebencanaan. Materi yang disampaikan diantaranya adalah Pengenalan Dasar SAR, yang memberikan pemahaman tentang prinsip dasar pencarian dan penyelamatan, sistem kerja tim SAR, serta prosedur penanganan korban di medan yang sulit. Ada juga materi survival yang membekali peserta dengan kemampuan bertahan hidup dalam kondisi terbatas, seperti membuat bivak, mencari sumber air, dan mengelola energi selama berada di alam bebas. Navigasi Darat juga dibekali untuk peserta, yang tujuannya untuk melatih peserta dalam membaca peta topografi, menggunakan kompas, dan melakukan orientasi medan agar mampu menentukan posisi serta arah perjalanan dengan tepat. Selain itu, terdapat juga materi Manajemen Perjalanan yang nantinya akan digunakan oleh peserta dalam mempersiapkan perjalanan hingga saat perjalanan itu sendiri.

2. Praktik Lapangan

Setelah menerima teori, peserta diterjunkan langsung ke lapangan untuk menjalani kondisi nyata di kawasan pegunungan. Dalam kegiatan ini, mereka mempraktikkan seluruh ilmu yang telah dipelajari secara intensif. Peserta ditantang bekerja dalam tim, menghadapi kendala alam seperti cuaca, cara berkemas yang baik dan benar,  keterbatasan sinyal, dan ketepatan waktu dalam pengambilan keputusan.

Lebih dari sekadar latihan secara teknis, pelatihan ini bertujuan menghasilkan individu yang:

  1. Cakap secara teknis dalam menjalankan operasi SAR di pegunungan;
  2. Tanggap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat secara mandiri maupun dalam tim;
  3. Memiliki jiwa kemanusiaan, peduli terhadap keselamatan orang lain;
  4. Berkarakter kuat, mampu bekerja di bawah tekanan, serta menjunjung tinggi nilai kerja sama dan kedisiplinan.

Diharapkan setelah pelatihan ini, peserta mampu menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan di medan berat, khususnya di wilayah pegunungan yang penuh risiko dan tantangan. Pelatihan SAR Gunung bukan hanya tentang fisik dan penguasaan teknik, tetapi juga tentang membentuk jiwa dan mental kemanusiaan yang kuat. Melalui pelatihan ini, peserta dibimbing untuk menjadi relawan yang tidak hanya siap secara teori, tapi juga mampu bertindak secara nyata di lapangan. Ini adalah hal penting dalam membangun generasi yang siap sedia dalam menghadapi bencana, dan menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitar.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *